Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Kamarudin Amin menegaskan bahwa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama memegang peran strategis sebagai penjaga keberagamaan umat (the guardian of the faith of ummah). Hal itu disampaikan dalam pembinaan ASN di Kanwil Kemenag Provinsi Jambi. Sekjen menekankan pentingnya memperkuat peran tersebut melalui implementasi nyata Delapan Program Prioritas (Asta Protas) yang merupakan turunan dari Asta Cita Presiden.
Menurut Kamarudin Amin, pembangunan bidang agama merupakan fondasi utama dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.
“Indonesia adalah bangsa yang sangat beragama, sangat religius. Karena itu, mustahil kita mencapai cita-cita besar tanpa pembangunan agama yang baik,” ujarnya di Jambi, Sabtu (29/11/2025).
Sekjen juga menyoroti dua program prioritas yang harus diwujudkan secara konkret, yaitu Ekoteologi dan Pemberdayaan Ekonomi Umat. Ia menekankan bahwa gagasan besar ekoteologi perlu diterjemahkan menjadi aksi nyata di berbagai satuan pendidikan keagamaan maupun unit layanan Kemenag.
“Kita sekarang tidak lagi bicara konsep. Yang kita tunggu adalah aksi nyatanya. Apa kontribusinya? Bagaimana madrasah dan pesantren menjadi teladan dalam implementasi ekoteologi?” tegasnya.
Selain ekoteologi, ia mendorong ASN Kemenag untuk terlibat aktif dalam penguatan ekonomi umat, termasuk optimalisasi potensi zakat, kolaborasi dengan BAZNAS dan BWI, serta penguatan gerakan wakaf.
Kamarudin Amin menegaskan bahwa seluruh program Kemenag harus bermuara pada konsep Beragama Berdampak atau Beragama Maslahat, yaitu agama yang memberikan kontribusi bagi kehidupan sosial, ekonomi, budaya, hingga politik.
Tak hanya itu, Sekjen juga mengingatkan pentingnya penerapan Kurikulum Cinta, yang mencakup cinta diri, cinta sesama, cinta lingkungan, cinta Indonesia, dan cinta Tuhan. Ia menjelaskan bahwa cinta diri tercermin melalui prestasi, integritas, dan sikap tawadhu.
“Mari kita manfaatkan kesempatan ini, umur ini, untuk berkhidmat dan memberikan yang terbaik, agar kita menjadi orang yang bermanfaat dan berdampak bagi orang lain,” pungkasnya.
