Berita  

Mahasiswa Magister Pendidikan Tanggapi Pernyataan Sri Mulyani Soal Guru, Minta Presiden Prabowo Turun Tangan

Jakarta- Mahasiswa Magister Pendidikan menyampaikan tanggapannya terkait pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut guru sebagai beban dalam konteks anggaran negara. Menurutnya, pernyataan tersebut sangat melukai hati para pendidik yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa.

“Guru bukanlah beban, tetapi aset bangsa. Dari tangan guru lahirlah para pemimpin, dokter, insinyur, hingga menteri. Kalau guru dipandang sebagai beban, bagaimana mungkin pendidikan bisa maju?” tegasnya.

Mahasiswa tersebut menilai, meski pernyataan itu mungkin bermaksud menyoroti beban anggaran, tetapi cara penyampaiannya menimbulkan kesalahpahaman dan merendahkan martabat profesi guru. Ia juga menekankan bahwa anggaran pendidikan seharusnya dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan semata pengeluaran.

Lebih jauh, ia meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memanggil dan memberikan klarifikasi langsung kepada Sri Mulyani. “Kami meminta Presiden Prabowo turun tangan, agar ada penjelasan yang jelas kepada publik. Jangan sampai guru terus diposisikan sebagai pihak yang disalahkan, padahal merekalah ujung tombak pembangunan bangsa,” tambahnya.

Pernyataan ini pun mendapat sorotan dari berbagai kalangan akademisi dan praktisi pendidikan yang menilai pentingnya pemerintah menjaga narasi positif terhadap profesi guru, sekaligus memastikan komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan serta kualitas pendidikan di Indonesia.

Exit mobile version